source ;www. yahoo.com
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rendang daging yang berasal dari Sumatera Barat dikategorikan sebagai satu dari 50 makanan paling enak di dunia. Rendang seperti dirilis CNNgo, pekan lalu, menempati urutan ke-11 makanan paling enak berdasarkan survei itu.

Kari Massaman dari Thailand dalam peringkat itu menduduki peringkat pertama. Dari situs CNNgo, peringkat makanan terenak dunia ini mengundang pro dan kontra. Namun dari pembaca yang memberikan tanggapan soal Rendang umumnya meyakini ini makanan yang enak.

Rendang dari daging adalah masakan tradisional bersantan dengan daging sapi sebagai bahan utamanya. Masakan khas Padang ini tidak hanya dijajakan di Indonesia namun juga sampai ke luar negeri.

Selain daging sapi, rendang juga menggunakan kelapa (karambia), dan campuran dari berbagai bumbu khas Indonesia di antaranya Cabai (lado), lengkuas, serai, bawang dan aneka bumbu lainnya yang biasanya disebut sebagai (Pemasak).

Nah mau tahu apa saja makanan terenak di dunia, ini dia daftarnya :

1.Kari Massaman, Thailand
2.Neapolitan Pizza, Italia
3.Chocolate, Mexico
4.Sushi, Jepang
5.Peking Duck, Cina
6.Hamburger, Jerman
7.Penang Assam Laksa, Malaysia
8.Tom Yam Goong, Thailand
9.Ice Cream, Amerika
10.Chicken Muamba, Gabon
11.Rendang, Indonesia
12.Sheperd's Pie, Inggris
13.Corn on the cob, global
14.Doughnut, Amerika
15.Kalua pig, Amerika
16.Egg Tart, Hongkong
17.Lobster, global
18.Kebab, Iran
19.Nam tok moo, Thailand
20.Arepaz, Venezuela
21.Croissant, Perancis
22.Brownie and Vanila Ice cream, global
23.Lasagna, Italia
24.Champ, Irlandia
25.Buttered Garlic Crab, India
26.Fajitas, Mexico
27.Montreal Style Smoked Meat, Canada
28.Pho, Vietnam
29.Ohmi-gyu Beefsteak, Jepang
30.Goi cuon, Vietnam
31.Parma ham, Italia
32.Ankimo, Jepang
33.Fish n Chips, Inggris
34.Maple Syrup, Kanada
35.Chilli Crab, Singapura
36.Texas BBQ pork, Texas
37.Chicken parm, Australia
38.Frensh Toast, Hongkong
39.Ketchup, Amerika
40.Marzipan, Jerman
41.Stinky Tofu, Asia Tenggara
42.Buttered Tost with Marmite, Inggris
43.Tacos, Mexico
44.Poutine, Kanada
45.Chicken Rice, Singapura
46.Som Tam, Thailand
47.Seafood Paella, Spanyol
48.Potato Chips, Amerika
49.Masala Dosa, India
50.Buttered popcorn, Amerika.
Windblown
Ia berlalu, meninggalkan seorang gadis bertubuh mungil termangu. Sambil mengangkat kepalanya sejenak, merengut, dan menggigit bibir bagian bawahnya.
“Michelle, sesuai amanat ayah. Kamu harus ikut kakak” seru gadis bertubuh tinggi tadi.
“Aku bebas dong milih jalan hidupku sendiri, dan sampai kapan pun aku akan tetap di sini !” bantah Michelle seraya meremas-remas tas sekolah di pangkuannya.
“Kakak capek, this is the last I warn you. Seandainya kamu tetep gak mau, jangan salahin siapa pun kalo kamu akan sendiri di sini !”
“Memangnya kapan kakak benar-benar ada buat aku? Selama ini bukannya aku sudah sendiri.”
“Michelle !!! tolong hargain kakak, ini semua demi kebaikan kamu, masa depan kamu” ucapnya emosional
“Tanpa kakak minta aku akan selalu hargain dan hormatin kakak, tapi apa yang kakak lakukan?”
Gadis kecil yang masih mengenakan seragam putih abu-abu itu berlari menjauhi ruang tengah, suara tangisnya tersebar ke seluruh sudut rumah berarsitektur Eropa-Jawa itu.

“Yup yup baba piyup, yup yup baba piyup” dengung sebuah alarm berbentuk anak kucing menggemaskan berwarna merah merekah, oleh-oleh yang dibelikan ayah saat dinas di Cina selalu menemani perjalanan Michelle di kereta malamnya. Michelle sibuk mengucek-ngucek kedua matanya, sembab dan lengket.
Semalaman suntuk ia habiskan memutar memoar-memoar kesedihan hidupnya selama ini, sebuah kisah tanpa tokoh antagonis namun selalu menyedihkan, berputar-putar di alur yang sama dan mungkin seterusnya akan tetap seperti itu. Kakanya bernama Adelya, seorang desainer muda yang bekerja di perusahaan retail fashion di Manchester, Inggris. Ayahnya seorang berdarah Perancis, bekerja sebagai diplomat, sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga biasa yang sangat sederhana, sifat inilah yang sangat tercermin dalam diri Michelle.
Mereka hidup serba berkecukupan, meski sangat jarang bertemu ayah dan kakaknya, Michelle sangat bahagia karena di sisinya masih ada sosok ibu. Sosok yang paling Michelle sayangi. Namun peristiwa lima tahun silam, sanggup merenggut seluruh kebahagiannya tak bersisa. Ayah Ibunya meninggal dalam kecelakaan pesawat terbang, saat itu usianya baru 13 tahun yang kemudian tersemat status yatim piatu.

“Eropa bukan tempatku, tempatku hanya di sini” Michelle meyakinkan diri sendiri dalam hati. Setelah rapi dengan seragam sekolahnya ia akan berangkat. Kakek. Tiba-tiba ia teringat kakek saat melihat motor matic pemberiannya. Kakek renta yang mungkin sedang menunggunya di daratan Eropa. Memang, Inggris adalah kampung halaman ayahnya, kemudian ia menjadi WNI saat menikahi ibu Michelle. “Maafin Michelle Kek” gumamnya lagi.
Rok mekarnya sedikit tersingkap ketika menaiki motor itu, menyulitkan Michelle mengeluarkannya dari garasi.
“Pagi ini kakak yang antar kamu ke sekolah” kak Adel tiba-tiba muncul dari belakang.
Michelle ragu hendak merespon seperti apa.
“Kakak harap kamu mau” tambah kak Adel antusias.
Akhirnya Michelle mengiyakan permintaan Adel untuk diantar kakaknya ke sekolah.
“Kakak, kapan balik?” Michelle akhirnya memecah kesunyian di mobil sejak tadi.
“Balik ke mana maksud kamu?”
“Seperti biasanya kak, Indonesia-Eropa, Eropa-Indonesia” Sindir Michelle sambil melayangkan tangannya ke kiri dan ke kanan menirukan gerak pesawat terbang.
“Shut Up* !!(membanting setir ke tepian jalan) cukup sindiran kamu ke kakak, kakak sedang berusaha untuk dekat sama kamu. Kenapa sih kamu masih perlakuin kakak kayak gini?” cecarnya bersungut-sungut
“Karena kakak gak mengerti apa yang benar-benar aku mau. Kakak ngelakuin ini Cuma terpaksa kan” pungkasnya meninggalkan mobil kakaknya.

Adelya Larasati Jacquelina, berusia 24 tahun. Seorang wanita karir di bidang fashion. Pegawai di perusahaan retail berskala besar di Manchester. Kulitnya putih bule persis seperti sang ayah, kedua matanya terletak sangat dalam, raut wajah yang cantik, solid tipikal kaukasia namun dingin, rambutnya keriting coklat alami, dan bertubuh tinggi langsing. Adel terkonversi jiwanya sepeninggal kedua orang tuanya.
Ia tumbuh menjadi gadis yang berorientasi kerja, keras kepala, dingin, dan sedikit egois.
“Cit cit cit” decitan ranjang ditimpa tubuh Adel tiba-tiba.
Jantungnya bergerak ke sana ke mari, seakan tak mau berdetak sewajarnya. Badannya terpaku di satu sudut ranjang, pakaian dan sprei basah oleh keringat. Kedua tangannya bergantian mendekap dada, jantungnya terus berdegub makin kencang. Adel berusaha mati-matian menahan rasa sakit yang tengah berkecamuk.
Susah payah ia meraih sebuah botol kecil berisi obat-obatan. Tak beberapa lama jantungnya berangsur normal. Kemudian ia melegakan tubuhnya yang tergulai lemas sambil menarik nafas cukup panjang. Kelakuan Michelle tadi siang nyaris membuatnya sekarat. Sakit jantung yang diderita sepeninggal kedua ornag tuanya disimpan rapat-rapat. Tak kuasa Ia membagi kesediahan ini untuk orang-orang sekitar, terutama Michelle yang belum menganggap dirinya kakak sepenuhnya.

“Kak Adel mojokin aku lagi” keluh Michelle pada Talisa.
“Kenapa gak dipikirin baik-baik dulu? Sistem pendidikan di Inggris kan udah maju banget. Kamu juga bisa kuliah di kampus favorit di sana” sambung Talisa dengan nada meyakinkan
“…aku tau, tapi gak semudah itu. Seandainya kak Adel mau berubah, kapan pun dia ngajak aku, aku pasti bersedia. Tapi sampai sekarang kak Adel sama saja, tetap egois dan keras kepala”
“Mungkin sudah waktunya kamu perbaikin hubunganmu dengan kakakmu”
“Kamu gak kenal kakakku sih, dia sedingin es, egois, dan gak pernah berusaha mau mengerti aku. Kalo pun dia sekarang ngotot ngajak aku biar tinggal sama dia di Inggris, mungkin karena amanat ayah-bunda sebelum meninggal”
“Seandainya kenyataan seperti itu, kenapa bukan kamu yang berusaha berubah?”
Kata-kata Talisa seperti aliran listrik yang menggerogoti Michelle. Ada benarnya juga, jika Kak Adel gak bisa, harusnya dia bisa. Sudah seharusnya merubah perilaku buruk, memperbaiki hubungan dengan kakak kandungnya bukanlah hal sulit. Michelle tersadar, selama ini ia juga menyumbangkan andil dalam kekakuan hubungan kakak-adik diantara mereka.

Michellia Andhini Jaqcuelina, tidak seperti kak Adel yang mewarisi hampir seluruh genetic kebulean ayahnya. Michelle cenderung pada sang ibu. Seorang perempuan Jawa tulen, kulitnya kuning langsat, matanya bulat lebar, dan kedua alisnya cukup tebal. Rambutnya lurus hitam pekat, tak sehelai pun berwarna pirang atau coklat. Benar-benar alami sangat Indonesia.
Ia lebih periang, ekstrovert, open minded, serta fasih menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Ibu –Jawa- daripada sang kakak. Adel lebih banyak menghabiskan waktunya di Inggris, hingga dalam bicaranya aksen British sangat kental beradu. Cross culture inilah yang sering menjadi pertenatangan di antara keduanya.

Asap secangkir kopi hangat menyembul-nyembul di teras rumah. Momen langka jika pada senja ini ada seseorang tengah menghabiskan waktunya di situ. Jika bukan Adel, teras rumah hanya menjadi pajangan kursi-kursi klasik mahal yang hanya menjadi tontonan. Tak seorang pun yang akan menghabiskan waktunya di sana. Karena memang hanya ditinggali beberapa orang saja.
Adel bersabar menunggu kepulangan Michelle, tidak seperti biasanya sampai malam begini belum di rumah. Sruttt srutt. Diseruputnya kopi perlahan seraya melihat-lihat isi majalah fashion edisi terbaru. Kemudian ia teringat pada ucapan dokter kemarin.
“Yang terpenting adalah Anda harus menjauhi stress “. Kalimat dokter terus saja membungkus otaknya. Bagaimana bisa lepas dari stress kalo gini terus? Kemarin tengkar sama Michelle aja udah hampir bikin aku mati…dan sekarang ???

pukul 22.00
Michelle mengendap-endap sunyi memasuki ruang tengah yang sudah gelap tanpa cahaya lampu , sengaja ia melangkahkankan kaki sampai tak berbunyi sama sekali.
“Dari mana?” bentak suara Kak Adel, sejak tadi ia duduk di kursi menunggu, tanpa disadari Michelle.
Michelle kikuk dan mati kutu.
“Kakak Tanya kamu dari mana?” tambahnya seraya mendekatkan wajahnya.
“Nengokin temen kak, opname di rumah sakit” ujar Michelle masih mencari celah kebenaran.
“Oh, lain kali bilang sama kakak. Im worried for you*…”
Michelle mengangguk.
“Take a rest*, selamat malam” pungkas kak Adel dingin meninggalkan adiknya terbebengong-bengong, padahal dipikirnya ia akan dimarahi habis-habisan karena pulang larut malam.

Kukkuruyuukkkk…..kukkuruyuukkkk
Demikianlalah lantunan ayam pejantan membungkus pagi. Hari ini adalah hari pertama bagi Michelle untuk mencoba memperbaiki hubungannya dengan kak Adel sesuai saran Talisa. Ia lekas bangkit dari kasur dan masuk dapur. Padahal sebelumnya ia sangat jarang ke sana, hanya pembantu yang benar-benar memiliki otoritas penuh.
Tapi pagi ini lain, Michelle akan menyiapkan sarapan pagi untuk kak Adel. Nasi goreng, masakan favorit Michelle untuk pertama kalinya akan ia hidangkan bukan untuk dirinya sendiri. Sesungging senyum dari bibir jelitanya saat memandang puas segelas susu coklat dan sepiring nasi goreng telah siap. Readyy…!!!
“Pagi Kak” panggilnya di ambang pintu kamar
Tak ada sahutan.
“Kak…kak…ini michelle” tambahnya
Kamar tidak terkunci, Michelle masuk dan menemukan secarik kertas di meja rias kakaknya.
The sweetest : Michelle
Maaf, kakak gak bilang-bilang perginya. Kakak tiba-tiba ditelpon perusahaan tadi malem, jadi harus langsung take off. Kakak gak pamit karena kamu kayaknya capek banget…jaga diri baik-baik ya. Kalo urusan udah selesai kakak pasti langsung pulang. Muahhhhhh 
Michelle mengerutkan kening, nasi goreng beserta susu hangatnya ditinggalkan begitu saja di kamar kakaknya.

“Tuhhhh kan kak Adel pergi lagi…!!!”
“Pergi lagi? Ke Inggris? Kamu gak diajak?” cecar Talisa tak sabar
Michelle menggeleng-geleng polos.
“Kapan balik ke Indo?”
“Ga tau !” ketus Michelle menaikkan nada suaranya
Talisa salah tingkah menghadapi kegalauan Michelle
“Tapi kamu udah usaha kan?” tanyanya lagi
“Mau usaha gimana, baru mau aku mulai dia udah pergi lagi. Dia bilang sih kalo urusannya udah kelar di kantornya, dia langsung mau balik. Ajaib kalo dalam waktu sebulan dia balik, setauku…paling bentar juga empat sampe lima bulanan”
“Sabar Michelle, pokoknya aku selalu dukung dan doain kamu, agar kamu sama kak Adel bisa akur lagi”
“Makasih Talisa” ungkap Michelle lega dan puas.

Di sebuah kedai kopi dekat Oxford Street, kawasan dengan jejeran toko serba wah menjajakkan barang-barang hingga retail besar seperti Marks & Spencer dan John Lewis memajang display semenarik mungkin, di tempat inilah dapat dijumpai bagaimana modisnya orang London. Dan kini Adel sedang di sana. Bermaksud mencari ide-ide untuk rancangan terbarunya, ia malah bermain-main dengan bibir cangkir berisi cappuccino. Memutar-mutar jari telunjuknya mengikuti pola lingkaran cangkir, beberapa kali orang-orang disekitarnya merasa aneh mendengar decitan-decitan gelas yang tak jelas. Ia hanya bersikap acuh-tak acuh menikmati.
Wajahnya menghadap ke jendela, menikmati salju-salju gugur, tertimbun menjadi gundukan-gundukan halus. Membahagiakan anak-anak yang bermain lempar-lemparan bola salju. Musim salju kali ini normal, tidak ada siaga yang berarti dari pemerintah untuk mengantisipasi cuaca extereme atau pun badai salju. Orang-orang manikmatinya.
Adel terkekeh saat teringat Michelle mengendap-endap, takut ketahuan dirinya, baru disadari bahwa adiknya menggemaskan. Ia sangat merindukan Michelle. Untuk dua bulan ke depan, dia belum bisa pulang. Kerusuhan jamaah di beberapa kota besar di Inggris berdampak pada omset penjualan pakaian tempatnya bekerja. Hingga semuanya normal, ia mungkin baru akan diijinkan untuk kembali ke Indonesia.
“Damn it!!*” pungkasnya berusaha melepaskan beban pikiran itu seraya meyeruput cappuccino yang mulai mendingin.

Michelle menjalani kehidupannya seperti biasa. Kesepian, membosankan, tanpa arah dan tujuan. Pergi ke sekolah, les, dan kadang-kadang jalan-jalan bersama Talisa. Di rumah hanya ditemani seorang supir dan pembantu. Sebenarnya, saat kak Adel pulang, Michelle lah yang paling berbahagia. Namun, wajah dingin sang kakak sanggup membungkam kerinduan Michelle yang bertumpah-ruah. Kebahagian saat kedatangan kak Adel akan ia nikamti sendiri.

Sudah empat bulan lamanya Adel berada di Inggris, ia masih sibuk menormalisasikan perusahaan pasca kerusuhan. Gelisah memikirkan Michelle, sudah hampir sebulan tak lagi mau menjawab telponnya. Keadaan diperburuk kondisi Jantung Adel yang membutuhkan perawatan intensif. Semakin sering menemui dokter pribadinya, Adel benar-benar di masa kritis.
“Ouchh…jantungku sakit” Adel meringis di ruang dokter
“Are you okay? Does your heart beat uncontrollably? Relax relax relax !!! We’ll have you treatmented”* putus dokter seraya mempersiapkan cepat-cepat perawatan untuk Adel. Adel dirujuk ke ruang ICU, kali ini adalah fase terparah dari riwayat penyakit jantungnya. Satu-satunya cara untuk menyembuhkan hanyalah menunggu donor. Dan Proses tersulit adalah mencari siapa-siapa yang rela menyumbangkan jantungnya untuk Adel yang malang.
Dimensi alam antara hidup dan mati redup-redup di matanya, seakan-akan ia berada di celah tengah dimensi tersebut. “Setelah Ayah dan Bunda, mungkin selanjutnya adalah aku” batinnya pasrah, membiarkan para suster melucuti pakaiannya dan menghunuskan beberapa jarum suntik di tubuhnya. Ujung jarum yang lancip terasa tumpul di kulitnya, pikirannya menerawang jauh, melayang-layang diantara lorong-lorong putih berkelebat.

*dua minggu kemudian*
“Congratulation Adel, kami sudah ada donor untuk kamu” terang dokter
“Are you kidding me?”* timpa Adel bangkit dari ranjangnya tak percaya
“Ya tentu saja, beberapa hari lagi kamu bisa operasi”
“Terima kasih banyak dok, kalo saya boleh tau siapa dia?”
“Sorry Adel, itu otorisasi rumah sakit. Saya juga tidak tahu siapa”
Adel kembali kegirangan menyambut kabar gembira ini, ia tak sabar untuk segera kembali ke Indonesia.

*Indonesia*
Seorang paruh baya membersihkan mobil dengan gaya malas di halaman rumput amat luas.
“Bang Udin !” sapa Adel semringah. Bang Udin adalah supir keluarga, sudah hampir sepuluh tahun ia mengabdi untuk keluarga ini. Selama ini ia tak banyak tahu tentang nona bule yang baru saja menyapanya. Yang bang Udin hapal hanyalah Michelle, nona kecil yang ia antarkan setiap hari ke sekolah. Bang Udin melongo.
“Non Adel teh” tanyanya heran
“Yes, Bang Udin mau jemput Michelle ke sekolah?”
Bang Udin masih sibuk mengatasi kekikukannya.
“Udah jam empat, biasanya kan udah pulang bang?” lanjut Adel memperlihatkan jam tangannya.
“Iya non, sudah pulang. Non Michelle ada di rumah temanna” jawabnya menggunakan dialek Sunda.
“Siapa bang?”
“Kalo bang Udin gak salah inget, namanya Talisa”

“Michelle ! Michelle! ini kak Adel udah dateng” teriaknya di pintu rumah Talisa.
“Kak Adel?” sapa Talisa kaget membukakan pintu.
“Michelle mana?” Tanya kak Adel tak sabar
“Dia lagi tidur di kamarku…” jawab Talisa nyaris tanpa ekspresi di wajahnya.
“Boleh aku bangunin dia? Aku sangat merindukan Michelle”
Matanya berkaca-kaca.
“Sebentar kak, duduk dulu” ajak Talisa menarik tangan Adel menuju kursi di ruang tamu.
“Aku minta panggilin Michelle, suruh dia pulang,,,im missed her dying”
“Ia kak, tapi Michelle gak di sini”
“Maksud kamu?” Adel menatap Talisa tajam. Menjadikannya sasaran empuk jika kalimat yang hendak dilontarkan Talisa tak sesuai dengan keinginannya.
Talisa membeku sebentar, lalu ia meraih tangan Adel ragu-ragu. Menyematkannya di dada Adel, tepat di bagian jantung yang berdetak.
“Sesungguhnya dia di sini Kak, bersama Kakak” jelasnya lirih, dibumbui sesenggukan panjang dan banjir air mata. Talisa tak kuasa meraih badan Adel dan memeluknya.
“Maafin Talisa kak, ini permintaan Michelle”
Adel meronta, “Apa maksud kamu dia di sini?” (seraya menepuk-nepuk dada)

Michelle Andhini J.
Binti
Alex jacquesh
Lahir : 01-01-1993
Wafat : 20-02-2011
Sebuah gundukan tanah basah tertanam batu nisan. Sanggup menggoyahkan seluruh otot-otot, menyumbat oksigen ke pembuluh darah, dan menggetarakan keras jantung itu lagi. Adel bersimpuh, melemas-lemas tanah kuburan adiknya. Mulutnya tersekat, tak dapat berkata apapun.
“What’s wrong? No body tell me*…kenapa gak seorang pun ngabari aku Talisa? Kalian anggap apa aku ini”
“Maafin Talisa kak, karena kejadian ini juga seperti mimpi. Rasanya baru kemarin becanda sama Michelle, tapi sekarang dia sudah terbaring kaku di dalam sana..takdir ini susah diterka kak, aku juga gak percaya Michelle telah pergi secepat ini. Karena kejadian sore itu, sore kelabu yang merenggut jiwa sahabatku ini. Michelle jadi korban tabrak lari , luka- lukanya sangat fatal kak. Dia terkena geggar otak dan koma selama beberapa hari. Namun sebelum ia benar-benar pergi, Michelle tersadar dari komanya. Dia menangis karena sampai di titik akhir hidupnya kak Adel gak ada. Tapi satu hal yang ingin Michelle ungkapkan sama kakak, yang belum pernah ia katakan sebelumnya. Jika, dia sangat menyayangi kakak, kakak lah satu-satunya yang ia miliki sekarang. Michelle ingin memperbaiki hubungannya, tapi kakak terlanjur pergi. Dan saat dia melihat penyakit jantung kakak kumat, ia berkata ingin memeluk kakak, melindungi kakak, dan merawat kakak sepenuh hati sampai sembuh. Tapi,,, Michelle terlalu ragu untuk melakukan semuanya tiba-tiba. Hingga ia berkata saat dirinya meninggal dan jantungnya masih berfungsi dengan baik, ia memberikannya untuk kakak. Semua ini disembunyikan karena ia takut jantung kakak bertambah parah. Begitulah kak, setelah Michelle meninggal, rumah sakit langsung mengkonfirmasi ke tempat kak Adel dirawat”

Adel tersadar di atas ranjangnya, kepalanya masih berkunang-kunang. Pandangannya samar-samar ke segala arah. Sebelumnya ia pingsan di kubur Michelle. Air mata telah kering untuk ia tumpahkan. Di ranjang, ia memposisikan tubuhnya setengah duduk. Antara percaya atau tidak, kejadian ini memang seperti mimpi. Adiknya Michelle kini telah pergi. “Michelle ! kakak gak rela kamu pergi…JANGAN TINGGALIN KAKAK. IM LOVIN’ U SO MUCH. PLEASE KEMBALIIIIIIIIIIII !!!!!!” teriaknya menyayat.
Tiba-tiba desiran angin menabrak tubuh lemasnya, angin yang sangat dingin menyentuh seolah sedang memeluknya. Bunyi lumbaian gorden makin keras, menggerakkan manik-manik hingga terdengar bunyi benturan berulang kali. Angin itu seperti penjelmaan Michelle yang hendak memeluk, dan menenangkan kakaknya. Adel menikmatinya dengan mata terpejam.
“I know you’re here, you’re huggin’ me…you wanna show me your presents. Show me*…kakak ingin bertemu kamu” bisik Adel lirih dan tenang. Secarik kertas terbang di pangkuannya. Rupa-rupanya kertas itu adalah yang ia titipkan terakhir kali untuk Michelle. Di balik pesannya untuk Michelle, ada pesan lain yang di tulis sendiri oleh Michelle.
“Kak, Michelle udah bikinin nasi goreng sama susu coklat loh…tapi kak Adelnya keburu pergi . Tapi seandainya kak Adel balik, Michelle mau kok bikinin buat kakak tiap hari. Pokoknya Michelle mau jadi adik yang baik buat kakak …cepet pulang tapi kak ”

Setelah bebarapa hari dalam dukanya meratapi kepergian Michelle, ia memutuskan kembali ke Inggris. Tak ada lagi yang menahannya untuk menetap di Indonesia, tak ada lagi adik yang akan ia paksa untuk ikut bersamanya. Adel akan tinggal di sana selamanya, meniggalkan reruntuhan memory sedih itu. Memulai kehidupan baru dengan semangat baru. Karena sebenarnya Michelle kini telah menyatu dalam dirinya. Tak terpisahkan, jantung Michelle akan berdetak seirama dan sehati di dalam tubuhnya.
THE END
Written bY :rizawhitedevil@hotmail.com
Names

Nyai Roro Kidul has many different names, which reflect the diverse stories of her origin in a lot of sagas, legends, myths and traditional folklore. Other names include Ratu Laut Selatan ("Queen of the South Sea," meaning the Indian Ocean) and Gusti Kanjeng Ratu Kidul [1][2] . The royal house of Keraton Surakarta revered her as Kanjeng Ratu Ayu Kencono Sari[3]. Many Javanese believe it is important to use various honorifics when referring to her, such as Nyai, Kanjeng, and Gusti. People who invoke her also call her Eyang (grandmother). In mermaid form she is referred to as Nyai Blorong.[4]

The Javanese word loro literally means two - 2 and merged into the name of the myth about the Spirit-Queen born as a beautiful girl/maiden, in Old Javanese rara, written as rårå, (also used as roro). Old-Javanese rara evolved into the New Javanese lara, written as lårå, (means ill, also grief like heartache, heart-break). Dutch orthography changed lara into loro (used here in Nyai Loro Kidul) so the word play moved the beautiful girl to a sick one - Old Javanese Nyi Rara and the New Javanese Nyai Lara.[5]
[edit] Description

Nyai Loro Kidul is often illustrated as a mermaid with a tail as well the lower part of the body of a snake. The mythical creature is claimed to take the soul of any who she wished for.[6]

Sometimes Nyai Loro Kidul literally can be spoken of as a "naga", a mythical snake. This idea may have been derived from some myths concerning a princess of Pajajaran who suffered from leprosy. The skin disease mentioned in most of the myths about Nyai Loro Kidul might possibly refer to the shedding of a snake's skin.[7]

The role of Nyai Loro Kidul as a Javanese Spirit-Queen became a popular motif in traditional Javanese folklore and palace mythologies, as well as being tied in with the beauty of Sundanese and Javanese princesses. Another aspect of her mythology was her ability to change shape several times a day.[8]

Nyai Loro Kidul in a significant amount of the folklore that surrounds her - is in control of the violent waves of the Indian Ocean from her dwelling place in the heart of the ocean. Sometimes she is referred as one of the spiritual queens or wives of the Susuhunan of Solo/Surakarta and the Sultan of Yogyakarta. Her literal positioning is considered as corresponding to the Merapi-Kraton-South Sea axis in Solo Sultanate and Yogyakarta Sultanate.

Another pervasive part of folklore surrounding her is the colour of green, gadhung m'lathi in Javanese, is referred to her, which is forbidden to wear along the south-coast of Java.[9]
[edit] Origin and history

Panembahan Senopati (1586-1601 AD), founder of the Mataram Sultanate, and his grandson Sultan Agung (1613-1645 AD) who named the Kanjeng Ratu Kidul as their bride, is claimed in the Babad Tanah Jawi.[10]

One Sundanese folktale is mentioned about Dewi Kadita, the beautiful princess of the Pajajaran Kingdom, in West Java, who desperately fled to the Southern Sea after being struck by black magic. The black magic was cast by a witch under the order of a jealous rival in the palace, and caused the beautiful princess to suffer disgusting skin disease. She jumped into the violent waves of the Ocean where she finally cured and regain her beauty, and the spirits and demons crowned the girl as the legendary Spirit-Queen of the South Sea.[11]

A similar version of the story above mentions that the king (at the time), having her as the only child, who is planning to retire from the throne, remarries. Having a queen (instead of a king) was forbidden. The king's new wife finally gets pregnant, but, because of jealousy, forces the king to choose between her wife or her daughter. There was an ultimatum. If he chose his daughter, then her wife would leave the palace and the throne would be given to what would later become the queen. If the wife was chosen, the daughter would be banned from the palace and the new, yet to be born child, would be king. The king solves this by ordering a witch to make his daughter suffer a skin disease. The daughter, now banned from the palace, hears a voice that tells her to go to the sea at midnight to cure her disease. She did, and vanished, never to be seen again.

Another Sundanese folktale shows Banyoe Bening (meaning clear water) becomes Queen of the Djojo Koelon Kingdom and, suffering from leprosy, travels to the South where she is taken up by a huge wave to disappear into the Ocean.[12]

Another West Java folktale is about the Ajar Cemara Tunggal (Adjar Tjemara Toenggal) on the mountain of Kombang in the Pajajaran Kingdom. He is a male seer who actually was the beautiful great aunt of Raden Jaka Susuruh. She disquised herself as a psychic and told Raden Jaka Susuruh to go to the east of Java to found a kingdom on the place where a maja-tree just had one fruit; the fruit was bitter, pait in Javanese, and the kingdom got the name of Majapahit. The seer Cemara Tunggal would marry the founder of Majapahit and any descendant in first line, to help them in all kind of matters. Though the seer's spirit would have transmigrated into the "spirit-queen of the south" who shall reign over the spirits, demons and all dark creatures.[13]
[edit] Specialities

Sarang Burung are Javanese bird's nests, and some of the finest in the world. The edible bird's nests Bird's nest soup or sarang burung, which find a ready market in China, Thailand, Malaysia, Singapore are dedicated to Nyai Loro Kidul, mentioned by Sultan Agung in reports.

There are three harvests which are known as the Unduan-Kesongo, Unduan-Telor and Unduan-Kepat, taken place in April, the latter part of August (the largest), and December. The places of Rongkob and Karang Bolong along the South-coast of Central Java are famous for the edible bird's nests, made by the little sea swallows named Salanganen or Collocalia fuciphaga; famous because of the wayang performances which are held, and the Javanese ritual dances which are performed during gamelan music at the traditional ceremony.

This happens in a cave (Karang Bolong) and when these are ended specially prepared offers are made in a shed in what is known as the "State Bed of Nyai Loro Kidul". This relic is hung with beautiful silk batik kains, and a toilet mirror is placed against the green-coloured pillows of the bed ...[14]

Nyai Loro Kidul is the patron goddess of the bird's-nest gatherers of South Java, who pursue what must be one of the world's most hair-raising professions. The gatherers descend the sheer cliff-face on coconut-fibre ropes to an overhang some thirty feet above the water where a rickery bamboo platform has been built. From here they must await their wave, drop into it, and be swept beneath the overhang into the cave. Here they grope around in total darkness filling their bags with bird's nests. Going back needs very precise timing for not misjudging the tides, and fallen into the violent waves.[15]
[edit] The Dutch and their Javanese legacy

The term wali which is applied to all of the Islam teachers is Arabic (meaning "saint"), but the title "sunan" which they all carry, too, is Javanese. Sunan Kalijaga used to be one of the most "popular" Wali Sanga, and he got deeply involved with Nyai Loro Kidul because of the water aspect (at the beach of Pemancingan of northern Java, kali means river). Panembahan Senopati Ingalaga (1584–1601) , founder of Mataram's imperial expansion, sought the support of the goddess of the Southern Ocean (Kangjeng Ratu Kidul or Nyai Loro Kidul) at Pemancinang of southern Java.

She was to become the special protectress of the House of Mataram. Senopati's reliance upon both Sunan Kalijaga and Nyai Loro Kidul in the chronicles accounts nicely reflects the Mataram Dynasty's ambivalence towards Islam and indigenous Javanese beliefs.[16]
[edit] Sightings
[edit] Pelabuhan Ratu

Pelabuhan Ratu, a small fishermen city in West Java, celebrates an annual holiday in her honor on April 6. A memorial day for the locals, offering a lot of ceremonial "presents". Nyai Loro Kidul is also associated with Parangtritis, Pangandaran, Karang Bolong, Ngliyep, Puger, Banyuwangi, and places all along the south coast of Java. There is a local belief that wearing a green garment in these areas will anger her and will bring misfortune on the wearer, as green is her sacred colour.[17]
[edit] Samudra Beach Hotel

The Samudra Beach Hotel, Pelabuhan Ratu, West-Java, keeps room 308 furnished with green colours & reserved for Nyai Loro Kidul.[18] The first president of Indonesia, Sukarno, was involved with the exact location and the idea for the Samudra Beach Hotel. In front of the room 308 there is the Ketapang tree where Sukarno got his spiritual inspiration.[19] The painting of Nyai Rara Kidul by Basuki Abdullah, a famous Indonesian painter, is displayed in this room.
[edit] Central-Java

Legends recount her love for Senopati and the famous Sultan Agung of Mataram, which continues to be recounted in the ritualized Bedhaya dance by the royal line of Surakarta, and she is honored by the susuhunans of Solo/Surakarta and the sultans of Yogyakarta, Central-Java. When Sri Sultan Hamengkubuwono IX died on October 3, 1988, the Tempo newsmagazine reported her sighting by palace servants, who were sure she was paying her final tribute to the dead ruler.[20]
source ; www.wikipedia.org
Perkembangan Emosi

Kehidupan seseorang pada umumnya penuh dorongan dan minat untuk mencapai memiliki sesuatu. Perilaku seseorang dan munculnya berbagai kebutuhan disebabkan oleh dorongan dan minat. Perjalanan hidup tiap-tiap orang tidak selalu sama.
Perjalanan kehidupan masing-masing berjalan menurut polanya sendiri-sendiri. Seorang individu dalam merespon sesuatu lebih banyak diarahkan oleh penalaran dan pertimbangan-pertimbangan objektif. Akan tetapi, pada saat-saat tertentu di dalam kehidupan, dorongan emosional banyak campur tangan dan mempengaruhi pemikiran-pemikiran dan tingkah lakunya.
Oleh karena itu, untuk memahami remaja memang perlu mengetahui apa yang ia lakukan dan pikirkan. Di samping itu, hal yang lebih penting untuk diketahui adalah apa yang mereka rasakan.
1. Pengertian Emosi
Perasaan senang atau tidak senang yang selalu menyertai perbuatan kita sehari-hari di sebut warna afektif. Warna afektif ini kadang-kadang lemah, kuat, dan samar. Dalam hal warna afektif tersebut kuat, maka perasaan-perasaan menjadi lenih mendalam, lenih lujas, dan lebih terarah.
Jadi, emosi adalah pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari dalam emosi diri individu tentang keadaan mental dan fisik dan berwujud suatu tingkah laku yang tampak.
Emosi adalah warna afektif yang kuat dan ditandai oleh perubahan-perubahan fisik.
2. Karakteristik Perkembangan Emosi
Masa remaja dianggap sebgai periode “badai dan tekanan”, suatu masa dimana ketengangan emosi meninggi sebagi akibat dari perubahan fisik dan kelenjar. Sebagian besar remaja mengalami ketidakstabilan dari waktu ke waktu sebagai konsekuensi usaha penyesuaian diri terhadap pola perilaku baru dan harapan social baru. Remaja sendiri menyadari bahwa aspek-aspek emosional dalam kehidupan adalah penting. Berikutnya akan dibahas beberapa kondisi emosional remaja seperti ; cinta/kasih sayang, gembira, kemarahan, dan permusuhan, ketakutan dan kecemasan.
a. Cinta/Kasih Sayang
Factor penting dalam kehidupan remaja adalah kapasitasnya untuk mencintai orang lain dan kebutuhannya mendapatkan cinta dari orang lain. Kebutuhan utnuk member dan menerima cinta menjadi sangat penting, walaupun kebutuhan-kebutuhan itu disembunyikan secara rapi. Para remaja yang berontak secara terang-terangan, nakal, dan mempunyai sikap permusuhan besar kemungkinan disebabkan oleh kurangnya rasa cinta dan dicintai yang tidak disadari.
b. Gembira
Rasa gembira akan dialami apabila segala sesuatunya berlangsung dengan baik dan para remaja mengalami kegembiraan jika ia diterima sebagai seorang sahabat atau bila ia jatuh cinta dan cintanya mendapat sambutan oleh yang dicintai.
c. Kemarahan dan Permusuhan
Rasa marah merupakan gejal yang penting di antara emosi-emosi yang memainkan perasaan yang menonjol dalam perkembangan kepribadian. Pertama, diantara emosi-emosi ini adalah cinta, di mana kita ketahui bahwa dicintai dan mencintai adalah gejala emosi bagi perkembangan pribadi yang sehat. Rasa marah juga penting untuk kehidupan, karena melalui rasa marahnya seseorang mempertajam tuntutannya sendiri dan pemilikan minat-minatnya sendiri.
Berikut empat factor yang sangat penting sehubungan dengan rasa marah.
1. Adanya kenyataan bahwa perasaan marah berhubungan dengan usaha untuk memiliki dirinya sendiri dan menjadi diri sendiri.
2. Pertimbangan penting lainnya adalh ketika individu mencapai masa remaja dia tidak hanya merupakan subjek kemarahan yang berkembang dan kemudian menajdi surut, tetapi juga mempunyai sikap-sikap di mana ada sisa kemarahan masa lalu.
3. Seringkali persaan marah sengaja disembunyikan dan seringkali tampak dalm bentuk samar-samar.
4. Kemarahan mungkin berbalik pada dirinya sendiri.
d. Ketakutan dan Kecemasan
Semua remaja sedikit banyak takut terhadap waktu. Beberapa diantara mereka mersa takuit hanya pada kejadian-kejadian bila meraka dalam keadaan bahaya. Beberapa orang mengalami rasa takut secara berulang-ulang dalam kehidupan sehari-hari, atau karena mimpi-mimpi, atau karena pikiran-pikiran mereka sendiri.

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Emosi
Sejumlah penelitian tentang emosi anak menunjukkan bahwa perkembangan emosi mereka bergantung pada faktor kematangan dan faktor belajar (Hurlock,1960:266).Kematangan dam belajar terjalin erat satu sama lain dalam mempengaruhi perkembangan emosi.
Metode belajar yang menunjang perkembangan emosi antara lain:
1. Belajar dengan coba-coba
Cara belajar ini lebih umum digunakan pada masa kanak-kanak awal dibandingkan dengan sesudahnya, tetapi sepanjang perkembangannya tidak pernah ditinggalkan sama sekali
2. Belajar dengan cara meniru
Dengan cara mengamati hal-hal yang membangkitkan emosi tertentu orang lain, anak-anak bereaksi dengan emosi dan metode ekspresi yang sama dengan orang-orang yang di amati
3. Belajar dengan cara mempersamakan diri (learning by identification)
Disini anak hanya menirukan orang yang dikagumi dan mempunyai ikatan emosional yang kuat dengannya.
4. Belajar melalui pengkondisian
Dengan metode ini objek situasi yang pada mulanya gagal memancing reaksi emosional kemudian dapat berhasil dengan cara asosiasi.
5. Pelatihan atau belajar dibawah bimbingan dan pengawasan
Dengan pelatihan anak dirangsang untuk bereaksi terhdap rangsangan yang biasnya membangkitkan emosi yang menyenangkan dan dicegah dari rangsangan yang membangkitkan emosi yang tidak menyenangkan.
Hal ini berarti jika ingin memahami remaja,kita tidak hanya mengamati emosi-emosi yang secara terbuka ia tampakkan tetapi perlu berusaha mengerti emosi yang disembunyikan. Jadi emosi yang ditunjukkan mungkin merupakan selubung atau tutup bagi emosi yang disembunyikan.
Orang tua dan guru-guru hendaknya menyadari bahwa perubahan ekspresi yang tampak ini tidak berarti bahwa emosi tidak lagi berperan dalam kehidupan anak muda.
Dengan bertambahnya umur, menyebabkan terjadinya perubahan dalam ekspresi emosional. Bertambahnya pengetahuan dan pemanfaatan media massa atau keseluruhan latar belakang pengalaman, berpengaruh terhadap perubahan-perubahan emosional ini.
4. Hubungan Antara Emosi dan Tingkah Laku Pengaruh Emosi Terhadap Tingkah Laku.
Keadaan emosi yang menyenangkan dan relaks berfungsi sebagai alat pembantu untuk mencerna, sedangkan perasaan tidak enak atau tertekan menghambat pencernaan. Satu-satunya cara penyembuhan yang efektif adalah menghilangkan penyebab dari ketegangan emosi.
Keadaan emosi yang normal sangat bermanfaat bagi kesehatan, oleh karena itu kegembiraan yang berlebihan, ketakutan atau kecemasan hendaknya dihindari. Seseorang yang tidak mudah terganggu cenderung mempunyai pencernaan yang baik.
Dengan demikian rangsangan-rangsangan yang menghasilkan perasaan yang tidak menyenangkan, akan sangat mempengaruhi hasil belajar dan demikian pula rangsangan yang menghasilkan perasaan yang menyenangkan akan mempermudah siswa belajar.
5. Perbedaan Individual Dalam Perkembangan Emosi
Meskipun pola perkembangan emosi dapat diramalkan,tetap terdapat perbedaan dalam segi frekuensi,intensitas serta jangka waktu dari berbagai macam emosi dan juga saat pemunculannya.
Perbedaan itu sebagian disebabkan oleh keadaan fisik anak pada saat itu dan taraf kemampuan intelektualnya dan sebagian lagi disebabkan oleh kondisi lingkungan.
Anak yang sehat cenderung kurang emosional dibandingkan dengan anak yang kurang sehat. Anak-anak yang pandai bereaksi lebih emosional terhadap berbagai macam rangsangan dibandingkan dengan anak-anak yang kurang pandai. Tetapi sebaliknya mereka juga cenderung lebih mampu mengendalikan ekspresi emosi.
6. Upaya Pengembangan Emosi Remaja dan Implikasinya Dalam Penyelenggaraan Pendidikan
Dalam kaitannya dengan emosi remaja awal yang cenderung banyak melamun dan sulit diterka,maka satu-satunya hal yang dapat dilakukan oleh guru adalah konsisten dalam pengelolaan kelas dan memperlakukan siswa seperti orang dewasa yang penuh tanggung jawab.
Apabila ada ledakan-ledakan kemarahan sebaiknya kita memperkecil ledakan emosi tersebut,misalnya dengan jalan tindakan yang bijaksana dan lemah lembut,mengubah pokok pembicaraan dan memulai aktifitas baru.
Untuk menunjukkan kematangan mereka,para remaja terutama laki-laki sering kali merasa terdorong untuk menentang otoritas orang dewasa. Tampaknya cara yang paling baik untuk menghadapi pemberontakan para remaja adalah pertama,mencoba untuk mengerti mereka dan kedua,melakukan segala sesuatu yang dapat dilakukan untuk membantu siswa berhasil berprestasi dalam bidang yang di ajarkan.
Jadi terdapat berbagai cara mengendalikan lingkungan untuk menjamin pembinaan pola emosi yang di inginkan dan menghilangkan reaksi-reaksi emosional yang tidak di inginkan sebelum berkembang menjadi kebiasaan yang tertanam kuat.
BAB 1.
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kerajaan Maurya merupakan salah satu kerajaan yang memegang peranan penting dalam sejarah Asia Selatan. Penemuan dan peninggalannya adalah penemuan penting yang dapat menjelaskan bagaimana peradaban masyarakat India jaman dahulu. Sejarah tentang eksistensi kerajaan ini perlu kita pelajari, karena pengaruhnya pada dunia dan peninggalan-peninggalannya yang masih sangat berguna hingga masa sekarang.
Perlu diketahui bahwa peradaban pada masa ini telah dapat disejajarkan dengan peradaban-peradaban seperti Yunani, Mesir, dan Eropa yang telah maju. Pengetahuan tentang Sejarah kerajaan ini dapat menambah pengetahuan kita tentang sejarah dunia, selain itu dapat dikomparasikan dengan kerajaan-kerajaan nasional yang juga berpengaruh pada dunia kala itu.
1.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana eksistensi dari Kerajaan Maurya?
2. Bagaimana pemerintahan dari Kerajaan Maurya?
3. Bagaimana zaman Andhra , Parthi, dan Kushan pada masa itu?
4. Bagaimana zaman Raja Gupta atau zaman emes di India?
5. Bagaimana zaman Raja Harsha pada masa itu?





BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Eksistensi Kerajaan Maurya
Salah satu penemuan terpenting pada sejarah dan peradaban Asia selatan dalah eksistensi Kerajaan Magadha. Magadha berkuasa sekitar pada tahun 540 M di bawah kepemimpinan Bimbisara dan Ajatasatru. Pusat daerah kekuasaannya berada di Rajgir (dahulu Rajagriha). Perluasan dilakukan atas persaingan antara pemerintahan Ajatasatru dan Jaina terhadap kerajaan-kerajaan di sekitarnya.
Ajatasatru memindahkan ibu kota ke Pataliputra, daerah di tepi sungai Gangga. Daerah ini menjadi sangat makmur, terlebih saat diduduki oleh kerajaan Maurya. Berdasarkan tradisi Budha, Ajatasatru telah membunuh ayahnya, tetapi kemungkinan cerita hanyalah invasi dendam dari musuh. Mengingat Ajatasatru adalah rival dari Jaina.
Pada saat kerajaan dipimpin oleh Udaya (anak Ajatasatru), Magadha diserang oleh Darios dari Persia yang berhasil menaklukkan beberapa daerah di Sindh dan Punjab, dihulu sungai Indus. Dalam berita-berita tertulis bahwa Raja Persia mempunyai prajurit-prajurit yang yang berasal dari Bangsa India yang turut berjuang di tanah Yunani. Pada zaman itu daerah Sindh amat kaya dan subur sebab mendapat pengairan dari Sungai Indus.
Pada abad ke-5 SM sejarah tentang kerajaan Magadha mulai meredup, terdapat satu kisah yang amat terkenal. Salah satu keturunan Bimbisara yang tidak memiliki kekuasaan besar dibunuh dan digantikan oleh menterinya bernama Mahapadma Nanda dari golongan Sudra. Kemudian dari keturunan itulah yang memerintah Kerajaan Magadha selama sembilan kali berturut-turut sampai tahun 322 SM.
Sembilan Nanda tersebut yang telah meruntuhkan kekuasaan Bimbisara dan menduduki Magadha selama kurang dari satu abad. Namun kemudian, di tahun pemerintahan Nanda yang terakhir, raja yang berkuasa berhasil dibunuh oleh pemuda bernama Chandragupta Maurya, seorang pemuda dari kelas rendah dan tidak begitu dikenal. Kemudian bernama Chandragupta inilah yang melakukan konspirasi untuk meruntuhkan kekuasaan raja.
Dalam hal ini, terdapat banyak perbedaan pendapat mengenai asal-usul Chandragupta. Berdasarkan salah satu sumber, Chandragupta bukan merupakan putra sah kerajaan. Ia dibantu oleh seorang asisten yang licik dan cerdik bernama Chanakya atau Kautilya. Konspirasi yang ia lakukan menemui kegagalan yang akhirnya mengharuskan para konspirator untuk melarikan diri ke Punjab.
Dari sinilah kemudian petunjuk tentang kerajaan-kerajaan India mulai dapat di telusuri. Sebelum diangkatnya Chandragupta menjadi raja, terjadi satu peristiwa penting yang sangat besar pengaruhnya untuk seluruh India, yaitu penyerbuan Iskandar Zulkarnain ke India Utara.
2.1.1. Penyerbuan Iskandar Zulkarnain
Iskandar Zulkarnain adalah raja yang terkenal dari Yunani dan dalam sejarah Barat. Misi Iskandar Zulkarnain untuk menguasai daerah lain di latarbelakangi oleh keinginan dari ayahnya untuk menyatukan kerajaan-kerajaan kecil di Yunani dan wilayah Asia. Menurut kabar dari negara-negara yang pernah didatanginya, awalnya ia tidak mendapatkan perlawanan dari wilayah yang ia duduki.
Ia menyeberangi hulu sungai India dan memasuki Punjab. Ketika melalui sungai Jhilam, Iskandar menghadapi perlawanan hebat yang belum pernah dialami dalam tujuh tahun sejak ia menyerbu ke Asia. Tatkala sampai di tepi sungai Jhilam, raja negeri poros telah siap sedia menantikan kedatangannya. Semuanya membawa persenjataan lengkap. Namun kemudian raja Poros terpaksa menyerah karena banyak menelan korban luka-luka yang sangat parah.
Iskandar menghargai dan menghormati musuh-musuhnya, maka ia memerdekakan semua tawanan, mereka berjanji akan bekerja sama dengan Yunani. Perjalanan ke Lembah Gangga kembali diteruskan. Namun ketika tiba di tepi sungai Bias, para tentaranya protes dan tidak bersedia untuk berperang lagi. Mereka berharap ingin kembali ke Yunani karena sudah ditinggalkan selama tujuh tahun.
Untuk memenuhi permintaan tentaranya, Iskandar memutuskan supaya perang di India segera diselesaikan pada saat itu juga. Sebelum kembali ke Yunani, Ia mendirikan 12 candi sebagai simbol peringatan dan ucapan terima kasih kepada dewa-dewa. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 326 SM.
India terlepas dari genggaman Kerajaan Yunani saat Iskandar Zulkarnain meninggal. Tak lama setelah Iskandar wafat kerajaan yang berada di bawah kekuasaannya mulai runtuh dan pecah. Dalam jangka waktu tiga tahun daerah-daerah jajahan di India yang ditaklukkan dapat merebut kemerdekaannya kembali. Dengan demikian pengaruh Kerajaan Yunani di India lenyap. Zaman berikutnya tidak pernah disebut-sebut kejadian yang berhubungan dengan Raja itu.
Meskipun penjajahan politik lenyap dari India tidak berarti peristiwa itu tidak ada akibatnya. Karena sejak itu terjadilah hubungan yang erat antara India dengan negeri Barat. Perhubungan lalu lintas yang melalui jurang Khaibar sudah terbuka juga pertalian dengan kota-kota di pantai Persia. Hasil dan bahan-bahan dari india mulai mengalir ke negeri Barat dan sejak zaman itu terjadilah perhubungan antara Timur dan Barat.
2.1.2. Pemerintahan Raja-Raja Maurya
Sejak terdengar kabar wafatnya Iskandar di India, penduduk negeri itu langsung bertindak merebut kemerdekaannya dengan dipimpin oleh Chandragupta keturunan Raja Nanda di Magadha.
Diantara panglima-panglima Raja Iskandar ada seorang diantara mereka bernama Seleukos yang menguasai daerah bagian Timur yang melingkungi India utara. Dalam tindakannya ia dikalahkan oleh Chandragupta sehingga ia terpaksa berdamai ditahun 305 SM. Perdamaian itu amat besar artinya karena semenjak itu Seleukos mempunyai utusan di Pataliputra bernama Meghastenes. Ia menuliskan pengalamannya dengan rapi dan teliti. Surat-suratnya tersimpan dan menjadi sumber yang amat berharga untuk mengetahui keadaan kerajaan Chandragupta pada masa itu (322-298 SM) dan putranya yaitu Raja Bindusara (298-172 SM). Setelah Chandragupta menjadi Raja ia menulis undang-undang dan dinamai Kautilya-Arthasastra. Kitab itu juga mengandung hal-hal yang berharga untuk sejarah India lama, dan baru ditemukan di Tanjore oleh seorang ahli Hindu Shamasastri ditahun 1906.
Kitab Arthasastra menggambarkan Magadha sebagai suatu negeri yang maju dan mempunyai kebudayaan tinggi serta cara pertahanan yang teratur. Pusat segala kuasa adalah raja, di samping raja ada suatu badan penasihat tinggi. Pembesar negeri menerima gaji yang cukup supaya mereka tidak memeras penduduk.
Pertahanan di dalam negeri kuat sekali. Menurut keterangan Megasthenes bala tentara Magadha terdiri dari 600.000 serdadu berjalan, 30.000 serdadu menunggang kuda, 9000 ekor gajah dan 8000 kereta perang. Berita dari kaum Jaina, raja Chandragupta menarik diri dari pemerintahan dan menjadi pengikut Jaina sebab ia merasa berdosa terhadp rakyatnya sesudah terjadi kelaparan yang hampir 10 tahun lamanya. Ia diganti oleh putranya Bindusara (298-272 SM).
Riwayat raja ini tidak begitu terang. Ia diganti oleh putranya yang mendapat nama mashur dalam sejarah India ialah Ashoka Vardhana (272-232 SM). Sebelum naik tahta ia memegang kuasa raja muda di India Barat. Ia mengganti ketika masih remaja. Berlainan dengan nenek dan ayahnya, ia ternyata seorang yang lemah lembut, ramah dan suka berbakti, setia kepada agama dan mengasihi rakyatnya.
Ia terpaksa berperang untuk mengadakan ketentraman di Deccan dan menklukkan Kerajaan Kalingga. Setelah Raja Ashoka mendengar bahwa peperangan itu lebih kurang dari 100 ribu orang Kalingga binasa dan 150 ribu orang ditawan, ia amat sedih dan bersumpah tidak akan mengangkat senjata lagi untuk selama-lamanya. Makin lama tampak kerinduan raja untuk memeluk agama Budha.
Dengan resmi Raja Ashoka meninggalkan Agama Brahma, memeluk Agama Budha. Dari sikap raja ini teranglah bahwa agama Budha mendapat kedudukan sebagi agama kerajaan. Atas titah raja didirikan lebih kurang 48 ribu buah stupa. Untuk anaknya, Puteri Charumati yang sungguh berbakti kepada raja didirikan beberapa wihara bagi kaum wanita.
Sewaktu pemerintahan Ashoka seluruh India hampir dapat disatukan. Sejak itu dari pulau itu tiap tahun beratus-ratus orang berziarah ke daerah Benares. Sejak zaman Ashoka sampai sekarang pulau Zaeland adalah pusat pertahanan agama Budha.
Yang penting dalam sejarah pemerintahan Ashoka dan yang memashurkan namanya sampai sekarang ialah tulisan (prasasti) yang dipahat pada dinding dan tiang batu (zuilen). Sampai sekarang prasasti itu masih terpelihara serta dapat diselidiki dan ditafsirkan isinya oleh ahli-ahli kesusasteraan India.
Terang pula kesucian rohani raja itu sebab dari susunan kata-kata dan perasaan batin dalam prasasti itu dapat dirasakan bahwa isi yang terpahat dari sanubari raja sendiri, bukan buah pikiran menteri atu pandit raja. Pendidikan masyarakat saat itu didasarkan pada agama Budha.
Oleh sebab itu, Ashoka memerintahkan supaya tiap-tiap orang menghormati orang tuanya, leluhurnya dan orang-orang di atasnya. Perbuatan Ashoka yang penting berhubungan dengan ibadah ialah mendirikan rumah sakit dan rumah miskin serta menyediakan pondok untuk hewan yang sakit.
Kemashuran Ashoka sebagai raja dikarenakan perbuatan sikapnya yang bijaksana, beragama, berpendirian atas kemanusiaan dan mengakui hak kemerdekaan dari semua agama. Ternyata pemerintahan Ashoka merupakan kekuasaan yang mencapai puncak kejayaannya.
Setelah wafatnya Ashoka, kaum Brahma yang merasa kedudukannya amat dibelakangkan mengajak rakyat supaya melawan raja Dasaratha, putra Asoka. Akhirnya keturunan Asoka hanya dapat mempertahankan sebagian dari kerajaan itu.
Tahun 185 SM raja Maurya Brihadratha dibunuh oleh panglima perang Pushyamitra Sunga yang bertujuan merebut kekuasasan dari raja yang lemah. Keturunan Sunga memerintah 112 tahun lamanya.
Mula-mula Raja Kalingga yang ditaklukkan Ashoka merebut kembali kerajaannya sehingga Pushyamitra terpaksa mengadakan perdamaian. Raja-raja Sunga tidak menyukai agama Budha dengan dihidupkan lagi kebiasaan melakukan pengorbanan kuda.
Nyatanya, bahwa perbuatan tersebut merupakan penghinaan agama Budha. Kemudian raja Sunga dibunuh oleh menterinya Vasudeva yang akhirnya menjadi penggantinya (73 SM). Keturunannya bernama Kanva memerintah selama 45 tahun dan diganti oleh raja Andhra yang memerintah hampir 250 tahun lamanya.
2.1.3. Zaman Andhra, Parthi dan Kushan (185 SM-225)
Kerajaan Andhra didiami oleh Bangsa Dravida letaknya di Teluk Benggala, diantara sungai Godavari dan Krihsna. Sewaktu pemerintahan Ashoka kerjaan itu ditaklukkan dan diharuskan membayar upeti, namun kemudian kerajaan itu bertambah kuat sehingga seorang diantara mereka menduduki Kerajaan Maurya.
Selama raja Andhra memerintah Agama Brahma dan Budha mendapat penghargaan yang sama. Dalam masyarakat negeri Andhra terdapat empat golongan ;
1. Raja dan Kepala Daerah
2. Pegawai Negeri
3. Pekerja yang terdidik
4. Pekerja tangan
Kerajaan Andhra terkenal makmur sebab mempunyai perhubungan laut dengan luar negeri. Sampai sekarang belum diketahui bagaimana lenyapnya kerajaan itu. Sisa kerajaan Iskandar masih terdapat di Persia, yaitu Kerajaan Baktria. Penduduknya kebanyakan adalah penggembala ternak. Namun akhirya kerajaan tersebut ditaklukkan oleh Bangsa Parthi yang terus merebut Daerah Sungai Indus di India Barat. Di zaman inilah terjadi perpindahan Bangsa Asia tengah ke India. Raja yang terkenal dari Bangsa Parthi adalah Gondophares yang menurut berita raja inilah yang membawa Agama Kristen ke India.
India Utara menderita kerusakan disebabkan masuknya Bangsa Yue-Chi dari Tiongkok tengah. Setelah mengetahui kelemahan raja-raja Andhra, Bangsa Yue-chi ingin merebut India dengan menaklukkan daerah Gandhara dan Punjab. Dan kerajaan diganti dengan nama Kerajaan Kushan, diambil dari nama suku Bangsa Yue-Chi.
Raja Kushan yang termasyur bernama Kanishka, namanya disebut dalam kitab Budha di India, Tibet, dan Mongolia karena ia terkenal sebagai pembela Agama Budha. Pada waktu itu kerajaan Kushan menguasai India Utara, Lembah Gangga dan Indus jadi, belum seluruh kekuasaan Ashoka.
Dalam sejarah agama Budha terberita permusyawaratan besar diadakan diantara pemimpin agama Budha atas perintah Kanishka untuk menyelesaikan bermacam-macam perselisihan yang timbul dalam agama dan menyelidiki kitab-kitab mengenai ilmu agama dan filsafat agar dapat disatukan. Semua keputusan yang diambil ditulis pada tembaga dan disimpan dalam stupa dekat kota Srinagar.
Raja Kanishka memajukan kerajaan Kushan dengan memajukan budaya dalam sejarah India dinamakan masa Ghandara. Di negeri itu terdapat barang-barang kuno. Barang-barang itu kebanyakan terdiri dari lukisan pada dinding batu yang dipahat.
Diantara keturunan Kanishka ialah Vasudeva (182-220). Sewaktu pemerintahannya sudah tampak tanda-tanda keruntuhan. Mula-mula adanya penyakit Pest yang menular dari Babylon ke sebelah barat sampai Eropa hingga ke India yang mendatangkan maut berjuta-juta orang. Kejadian kedua kuasa Kerajaan Persia yang dipimpin Ardhasir makin mengencang. Kemudian kerajaan Kushan pecah belah dan lenyap dari sejarah. Dengan runtuhnya kerajaan Kushan dan Andhra sampai pada zaman Gupta.
2.1.4. Zaman Raja Gupta (320-656) atau Zaman Emas India
Pada abad ke empat mulailah kerajaan baru di India yaitu Kerajaan Gupta. Kerajaan ini hampir menyamai kerajaan Chandragupta dan Maurya. Raja yang pertama ialah Chandragupta I, ia memerintah dari tahun 320-330 dan diganti oleh putranya Samudragupta yang memerintah antara tahun 330-375.
Samudragupta terhitung sebagai raja yang termashur di India. Ia setia pada agama Hindu. Setelah ia dinobatkan ia mulai memerangi kerajaan yang terletak di sekitar kerajaannya dan menaklukkan daerah bernama Hindustan. Ia juga menaklukkan Kerajaan Kalingga dan Pallava di daerah Madras.
Keterangan itu memakan waktu lebih dari tiga tahun dan perjalanan lebih dari 3000 mil. Raja itu mengadakan perhubungan dengan Meghavarna, Raja Sailan yang beragama Budha. Salah satu hasil perhubungan ialah agama Budha mendapat perlindungan dari Samudragupta dan memberikan ijin untuk mendirikan wihara dekat pohon Bodhi Digaya.
Akan tetapi raja menghidupkan kembali pengorbanan kuda liar (Asvamedha) yang dibiasakan oleh Raja Pushyamitra seperti tanda peringatan Samudragupta menyuruh memahat kemenangan-kemenangannya itu pada batu.
Di bawah pemerintahan Chandragupta II Vikramaditya (375-415) kerajaan Gupta bertambah luas dan mempunyai pelabuhan-pelabuhan serta kapal untuk memudahkan perhubungan dengan negeri Arab dan Mesir. Menurut berita pendeta Budha Tiongkok yaitu Huen-Tsang mengatakan bahwa ia ada di India tahun 650, hanya melihat bekas kota itu saja.
Sewaktu pemerintahan Chandragupta II Vikramaditya Kerajaan Gupta sampai pada puncak kebesarannya. Setelah raja itu wafat tahun 415 Kerajaan Gupta lambat laun mundur terutama karena desakan bangsa Huna dari utara dan sikap raja penggantinya yang tidak cakap.
Kerajaan Gupta pun pecah belah. Di jaman Gupta kesusastraan Hindu mendapat perhatian dari pihak raja. Masa itu dipandang sebagai zaman emas dalam perkembangan kesusastraan Hindu. Pujangga yang termashur pada waktu itu adalah Kalidasa.
Tadi disebutkan setelah wafatnya Chandragupta II ancaman bangsa Huna makin menekan India, bangsa dari Asia Tengah itu pun membanjiri India. Bukan hanya India saja yang diserang namun Eropa juga.
Dalam tiap negeri mereka meninggalkan bekas-bekas penyerbuannya dengan membakar kota, pembunuhan yang besar-besaran, perampokan, membinasakan harta benda, dll. Dengan mudah bangsa itu mendirikan kerajaan baru di India utara yang dikuasai oleh Mihiragula (502), pahlawan yang sama bengisnya ialah Attila yang menggemparkan Eropa tahun 451.
Dengan kerjasama raja-raja India dapat melawan dan memecahkan kuasa Huna 528. Lebih dari 100 tahun India mengeluh di bawah tangan besi kerajaan Huna.
2.1.5. Zaman Raja Harsha (606-647)
Dalam sejarah India sebelum zaman Islam terdapat pemerintahan Harsha, raja Hindu. Dua buah sumber keterangan dapat disebutkan yaitu kitab yang ditulis oleh Hiuen Tsang tatkala ia mengunjungi India di tahun 630-644 ketika raja Harsha pada puncak kuasanya dan kitab Harsha-carita yang menjelaskan peristiwa yang terjadi selama pemerintahan Raja Harsha yang ditulis pujangga keraton bernama Bana.
Di tahun 604 ayahnya mengirim saudaranya yang sulung Rajavardhana dengan tentara yang kuat untuk memerangi bangsa Huna di sebelah utara. Tidak berapa lama ayahnya wafat dan diganti oleh putra mahkota, meskipun ada sebagian pembesar yang lebih suka pada Harsha tetapi ia menolak.
Raja yang baru terpaksa meninggalkan kota tempatnya untuk membalas perbuatan yang membunuh iparnya dan menganiaya adik perempuannya. Raja Malwa yang dicari itu dapat dikalahkan tetapi tidak lama kemudian raja sendiri dibunuh oleh beberapa penjahat.
Selama satu tahun pemerintahan kacau karena Harsha menolak permintaan rakyat mengganti saudaranya. Dan pada tahun 606 ia menerima permohonan itu akan tetapi sebagai pemangku. Pekerjaan pertamanya ia mencari adik perempuannya ke pegunungan.
Putri itu yang mempunyai kebijaksanaan dan watak yang luar biasa diangkat sebagai penasihat raja. Enam tahun kemudian Harsha dipilih menjadi raja bernama Maharajadhiraja Sri Harsha. Untuk memperkuat kerajaannya dengan memperluas daerah kekuasaan dari India utara sampai ke Teluk Benggala dan merubah nama kerajaan menjadi Kanauj.
Kesusastraan di zaman itu menarik minat raja sendiri dengan menulis syair-syair yang sampai sekarang masih terkenal. Seperti Kanishka dan Chandragupta II juga mengadakan permusyawaratan yang luhur dengan pemimpin agama Budha. Hal itu dituliskan oleh Hiuen Tsang saat perjalanannya di ibukota Kanauj di tahun 643.
Di tahun 647 raja Harsha wafat setelah memerintah 46 tahun. India tidak akan melupakan namanya, sebab ialah raja yang membawa keamanan dan kemakmuran serta membangkitkan India kembali dari penindasan bangsa Huna.
2.1.6. Zaman Kerajaan-Kerajaan di India utara, Deccan dan India Selatan.
Di India tengah dan selatan kebudayaan Hindu terus berkembang, setelah India utara dan Hindustan dikuasai oleh raja-raja Islam yang datang dari Persia dan Asia tengah.
Diantara kerajaan-kerajaan di India tengah yang amat kuat ialah kerajaan Chalukya sampai tahun 1190. Kerajaan kekuasaannya besar pada abad ke delapan ialah Rashtrakuta. Rajanya yang terkenal, Krishna I mendirikan candi Kailasa, dipahat si dalam gunung batu dekat Ellora, di daerah Hydrabad sekarang.
Agama Budha pada zaman itu mengalami kemunduran, sedangkan agama Hindu makin maju. Seperti yang telah diuraikan di atas penduduk Deccan (bangsa Dravida) sudah memiliki kebudayaan dan agamanya sendiri sebelum bangsa Arya datang dari utara.
Agama Budha yang disebarkan oleh Ashoka juga berkembang di daerah itu. Antara percampuran agama Brahma, Budha dan kepercayaan asli terbentuklah agama yang satu, yaitu agama Hindu. Hindu mengandung kebiasaan-kebiasaan, adat-adat dan aturan-aturan yang berakar pada kepercayaan asli dari masa sebelum kedatangan bangsa Arya.
India selatan adalah tanah yang subur terletak di daerah beriklim musim seperti Indonesia. Sejak zaman purbakala India selatan menjadi impian raja-raja di sebelah utara yang hendak menaklukkan daerah itu.
Kemudian mulai dari abad ke-4 sampai abad ke-8 terdengar kemashuran Kerajaan Pallava yang berhasil menaklukkan kerajaan-kerajaan yang tiga-tiganya adalah Pandya, Chola, dan Kerala atau Chera, dan juga memerangi kerajaan Chalukya di India tengah.
Asal-usul tentang bangsa Pallava hingga sekarang belum mendapat keterangan yang jelas. Beberapa ahli berpendapat bahwa nama Pallava berhubungan dengan nama Pahlavi di Persia, sehingga kemungkinan mereka berasal dari Persia.
Menurut penyelidikan terakhir, Pallava tidak lain berasal dari nama suatu suku yang terkenal sebagai pemimpin suku-suku yang jauh dari pusat kerajaan yang menguasai mereka. Pada abad ke -4 pusat pemerintahan kerajaan Pallava berada di dekat kota Madras sekarang, yaitu Kanchi.
Raja-raja yng terkenal adalah Mahendravarman (600-625) dan Narashinhavarman (625-645), keduanya mendirikan candi-candi tempat memuja Dewa Wisnu dan Dewa Syiwa. Kekuasaan raja-raja Pallava berkurang karena terus menerus berperang dengan Chalukya.
Dengan lemahnya kekuatan Kerajaan pallava mengakibatkan bangkitnya kerajaan Chola. Pada pemerintahan rajarajadeva (985) dan anaknya Rajendra Choladeva I (1018), kerajaan Chola menguasai Sailan, Pegu, Martaban di Birma dan Kepulauan Andaman.
Kerajaan-kerajaan tersebut berhubungan dengan sejarah zaman Islam di India utara dan Hindustan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kerajaan-kerajaan Pandya, Chola, dan Karela di India selatan ketiganya amat penting peranannya untuk kebudayaan Hindu – Jawa. Dari daerah itulah orang-orang Hindu pindah ke Indonesia pada awal masehi. Perpindahan itu mungkin disebabkan kerajaan nusantara, atau desakan kemiskinan karena perang dan kerusuhan yang terus terjadi di India selatan.
Keterangan-keterangan tentang perpindahan ke Jawa, Sumatra, dan Kalimantan terdapat dalam prasasti-prasasti berbahasa Tamil dari zaman pandya, Chola, dan Pallava.
Pada akhirnya para ahli kebudayaan dan pendeta Budha juga ikut pindah ke Indonesia. Dari India utara golongan yang datang hendak menyebarkan agama Budha. Mereka dididik terlebih dahulu di kota Kanchi yang terkenal sebagai pusat pendidikan luhur sebelum pindah ke Indonesia.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebudayaan Hindu di Indonesia berdasarkan kebudayaan India selatan dari abad permulaan masehi. Pada akhirnya kebudayaan tersebut diolah oleh penduduk Indonesia sendiri sehingga terdapat isi dan corak yang baru, timbullah kebudayaan yang memiliki dasar-dasar kebudayaan Hindu dan Indonesia asli (Hindu dan Jawa).




DAFTAR PUSTAKA

T.S.G, Mulya. India. Sedjarah dan Pergerakan Kebangsaan. Jakarta : Balai Pustaka, 1952.
RAWLINSON, H.G., CIE. 2000. INDIA; A SHORT CULTURAL HISTORY. London : The Cresset Press LTD.
1. teori fungsionalisme
MENEKANKAN KEPEADA KETERATURAN
MENGABAIKAN KONFLIK DAN PERUBAHAN-PERUBAHAN DALAM MASYARAKAT
MASYARAKAT MERUPAKAN SUATU KESATUAN YANG SALING MENYATU SATU SAMA LAIN
2. teori perilaku sosial
PERILAKU ANGGOTA MASYARAKT DIPENGARUHI SUATU PERGESERAN KE ARAH KEYAKINAN, MOTIVASI DAN TUJUAN.
PELAKU HENDAK MENCAPAI TUJUAN
PERILAKU KE ARAH SOSIAL RELATIF BERGANTUNG PADA INTERPRETASI INDIVIDU TERHADAP MAKNA TINGKAH LAKU ITU SENDIRI
INDIVIDU MENGARAHKAN PERILAKUNYA KEPADA HARAPAN-HARAPAN YANG BERUPA KEBIASAAN UMUM (ADAT-ISTIADAT
3. teori konflik
MUNCUL AKIBAT KELEMAHAN TEORI FUNGSIONALISME
PERUBAHAN SOSIAL TERJADI AKIBAT ADANYA KONFLIK YANG NANTINYA MENGHASILKAN SOLUSI YANG BERBEDA DENGAN KONDISI SEMULA.
4. teori interaksionisme simbolis
MEMANDANG DARI SUDUT PANDANG SOSIAL-PSIKOLOGIS
MENFOKUSKAN DIRI PADA HAKIKAT INTERAKSI
INTERAKSI ANTAR INDIVIDU MENGGUNAKAN MEDIA SIMBOL YANG DIINTERPRETASIKAN DAN DITETAPKAN MAKNANYA BERDASARKAN TINDAKAN ORANG LAIN
5. teoripertukaran sosial
DALAM SUATU HUBUNGAN SOSIAL ADA UNSUR GANJARAN (TIMBAL BALIK)
MENJELASKAN BAGAIMANA MANUSIA MEMANDANG HUBUNGAN ANTAR INDIVIDU SESUAI DENGAN ANGGAPAN DIRI MANUSIA TERHADAP : 1. KESEIMABANGAN DALAMHUB.

2. JENIS HUBUNGAN

3. KESEMPATAN
6. Teori etnomologi
MENGKAJI PADA PRAKTIK SOSIAL KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG UMUM
MENGKAJI SUATU MAIMANA MASYARAKAT MEMENUHI, MENANGGAPI SUATU MASALAH YANG TERJADI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI.
HAKIKAT ILMU SOSIAL ADALAH MEMBICARAKAN HUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTARA MANUSIA DENGAN LINGKUNGANNYA. HUBUNGAN INI DAPAT DIWUJUDKAN DALAM KENYATAAN SOSIAL DAN KENYATAAN SOSIAL INILAH YANG MENJADI TITIK PERHATIANNYA
. Raif Dahrendorf : ilmu sosial merupakan suatu konsep yang ambisius untuk mendefinisikan seperangkat disiplin akademik yang memberikan perhatian pada aspek-aspek kemasyarakatan manusia. (Dahrendorf, 2000:999)
2. Wallerstein : “Apa yang dimaksud ilmu sosial adalah salah satu pewaris yang jauh melampaui kearifan itu. Dengan demikian, ilmu sosial adalah upaya untuk mencari kebenaran-kebenaran yang jauh melampaui kearifan yang telah ada atau telah dideduksikan semacam itu (Wallerstein, 1997:2)
RUANG LINGKUP ILMU SOSIAL
Wallerstein (1997:22) mengelompokkan beberapa disiplin ilmu yang dikategorikan sebagai ilmu sosial itu adalah sosiologi, antropologi, geografi, ekonomi, sejarah, psikologi, hukum dan ilmu politik.
* Brown dalam karyanya berjudul “Eksplanation in Sosial Science” (1972) bahwa yang termasuk dalam paket Ilmu Sosial meliputi sosiologi, antropologi, ekonomi, sejarah, demografi, ilmu politik dan psikologi.
1. Teori Fungsionalisme
2. Teori perilaku Sosial
3. Teori Konflik
4. Teori Interaksionisme Simbolis
5. Teori Pertukaran Sosial
6. Teori Etnomology
Birmingham - Pusat kebudayaan
TrendUK
The curvaceous new Selfridges store in Birmingham. The store is covered with a dramatic ‘skin’ made up of 15,000 spun aluminium disks, image © Jon SpaullBuzzing Bull ring
Birmingham telah melakukan perubahan bentuk besar-besaran dalam lima tahun terakhir. Begitu besarnya hingga membuat saya terpukau sekembalinya dari kuliah di Liverpool. Sebelumnya saya merasa sangat frustrasi setiap kali saya dan orang tua saya berbelanja di hari Sabtu; tapi sekarang semuanya benar-benar lebih baik. Sangat gaya, hidup, dan kaya secara budaya. Area 'Bull Ring' yang baru sangat keren dan penuh dengan café-café jalanan, toko kontemporer, dan artis jalanan (dengan standar yang masuk akal). Pokoknya benar-benar tipikal tempat yang ingin kau kunjungi.
Harvey Nichols: The Mailbox in Birmingham, West Midlands", image © www.britainonview.com

'Brummies' yang bangga
Seperti yang bisa kamu bayangkan, dengan identitas baru, para penduduk lokal yang biasa disebut 'Brummies', dengan bangga memamerkan kota ini. Silakan datangi lokasi pejalan kaki lalu tanya rekomendasi mereka akan tempat-tempat menarik untuk makan atau belanja, maka kita akan mendapatkan begitu banyak pilihan.

Sebagai tempat untuk makan dan bersosialisasi, Birmingham menawarkan sesuatu buat semua orang. Jika kita ingin clubbing, dan ingin terlihat trendi serta keren, dating saja ke Broad Street dan Brindley Place. Kawasan ini merupakan pilihan terbaik jika kita ingin mendapatkan ciri khas Birmingham; dari mulai bar anggur yang murah sampai pub lokal yang meriah, semua ada di sini.

Tempat kelahiran Balti
Jika ingin menyicipi paduan rasa masakan Inggris-India, seperti Balti atau kari, kita perlu pergi agak ke pinggir kota, tepatnya Sparkhill atau Smenthic. Ini merupakan tempat kelahiran masakan terkenal – Balti. Keunikan Birmingham lainnya adalah kota ini punya pilihan masakan yang mengejutkan; dari Asia Timur sampai Afro-Karibia, yang kadang-kadang mirip satu sama lain.
Secantik Body, Tak Secantik Hati

Inilah kisahku, akan kuutarakan tentang cerita pilu dalam hidupku , well, aku seorang gadis berusia 20 tahun, aku cantik, manis, cute, mostly says that :P. Tinggi badanku proporsional, berat badan pun ideal. Tapi mengapa sampai sekarang tak satupun dari kaum Adam yang shoot aku??
Dengan wajahku yang sepintas mirip Camilla Belle, mereka tak juga jatuh hati padaku. Dan yang lebih menyakitkan, temanku yang notebene 90˚ berbeda jauh dariku malah mendapat seorang kekasih yang tampan dan setianya minta ampun.
Sejak mengenal temanku yang bernama Vonny itu, kesan yang kudapat biasa saja. Dia berkulit gelap, sedikit gendut, dan aku pikir tidak se-smart diriku. Aku Mira Cattelya Saraswati, merasa melebihi si Pompom-panggilan kecil Vonny, itu tak juga punya pacar. Apa kata dunia? Mungkin satu yang ada pada diri Pompom sementara aku tidak, yaitu dia mudah sekali untuk berbagi senyuman pada siapapun.
Dan bagi siapa saja yang mendapat senyuman itu, ia akan berbalik tersenyum pada Pompom dengan mimic wajah yang sangat menggembirakan.
*****
“Ya ampun, Reza ganteng banget” batinku. Lengkapnya Reza Firmansyah, dua angkatan di atasku. Charming, cool, low profile, down to earth, rajin menabung pula. Pokoknya yang baik-baik dia ada. Dan bukanlah sangat wajar jika feelku terhadapnya berbeda.
Tapi, tahukah kalian bagaimana strategi seorang Mira memperhatikannya? Im standin’in back . Seorang Mira hanya bisa mengintip, memandang, dan terkadang tersenyum sendiri tanpa seorang pun yang tahu. Padahal, seandainya jadian, kami pasti akan terlihat bak pasangan dari negeri dongeng (kisah Shrek dan Viona) wkakakakakaka.
Sampai sekarang, aku harus terus memimpikan sebuah mukjizat yang mungkin akan terjadi padaku. Yang datangnya seperti kejatuhan buah duren, meski sakit dan bauuuu kok banyak yang doyan ?? –‘- ahh forget it. Pada intinya itulah yang kuharapkan, suatu saat Reza datang menghampiriku, dan memintaku untuk menjadi sahabat hidupnya (ngarep.com).
*****
“Kring kringg kringggggggg olala”
“Bhukkkk”
“Dasar beker ahhhh” ceroscosku berusaha bangkit dari ranjang.
“Oh-eM-Giiiiiii udah jam 7?? Mata kuliah pertama aku presentasi !!!”
Dengan langkah seribu aku bergegas ke toilet, sikat gigi, dan baru kemudian “bersuar-suar” ria. Unik, Mira yang tampak sempurna hanya butuh tak kurang dari lima gayung air saat mandi. Tak lebih dari sepuluh menit kemudian mulai tampak Mira yang wangi, bersih, cantik dan kharismatik ^_^”. St st st st, kutekan kepala botol parfum ke beberapa penjuru. Kutegakkan kepala dan akhirnya berangkat.
*****
“Tik tok tik tok” bunyi high heel yang kupakai melenggang di udara. Maklum sajalah, kecepatan berjalanku dipercepat berkali-kali lipat dari sebelumnya.
Tibalah di korodor depan, rasanya seperti Kristen Stewart yang melenggang di karpet merah, semua pasang mata tertuju padaku…hehehe. Tak kusia-siakan, aku balik menyambut mereka dengan senyuman khas Bella Swan di twilligt Saga, hanya menyunggingkan bibir, dan memasang mata sendu pada tiap-tiap orang yang memandangku. Oh Indahnyaaaa….
Keasyikan tebar pesona, aku kembali ingat presentasi pagi ini. Aku kembali berlari. Tapi tetap saja mereka memandangku, “nasib seorang bintang” pujiku dalam hati.
“Miiiiiiiiiiiiiii….ra” sapa Reza di depan kelas. Sejak kapan Reza terobsesi dengan Aziz Gagap? -,- pikirku. Namun, mungkinkah dia juga terpesona melihatku?
“Eh Kak Reza, ada apa kak?” tanyaku sangatttt lemah lembut. Pandangan Reza tetap lekat padaku, bersamaan, seorang berbisik dari belakang.
“Eh dia bukan kesemsem Liatin ello. Tapi bingung ngeliatin keritingan rambut nyasar di kepala lo”
“*&^%$@$%^&*.....Whatttttt the hell !!!
Bagai anak itik yang menganggap pejantan adalah induknya, malu-maluin. Dammit, aku kira mereka menatapku karena pesonaku yang seperti Bella Swan, tapi nyatanya mereka sedang keheranan melihat rambutku di penuhi kritingan rambut, tak ubahnya seperti wig hakim-hakim orang Eropa.
“Hancur-hancur hatiku, hancur-hancur hatiku…hatiku hancur”
*****
Pokoknya, hal bodoh seperti kemarin gak boleh terulang. Kan sayang, paras blasteranku ini mau di tarih di mana, dan lagi, Reza mungkin sudah illfeel.
“Hey non, di rumah lo ada kaca gak? Di rumah gue banyak loh” sindir Pompom.
“Apa sih lo Pom, gak ada urusan sama lo” jawabku ketus
“Gitu aja manyun, nanti lo bisa dikutuk seperti putri Viona, mau?”
“Putri Viona ?apa gue kenal?” tanyaku antusias
“Owalahhh, putri Viona….ituloh seorang putri cantik yang dikutuk jadi orang jueleeekkkkk, tapi dia punya cinta sejati yang sama jeleknya kaya dia…hehehe” tambah Pompom meyakinkan
“Idihhh tragis amat tuh dongeng, ah lo doain gue?”
“Enggak kok Mir”
“Pom, itu apa di tangan kiri lo?” tanyaku penasaran karena sejak tadi ia berusaha menyembunyikannya dariku.
“Bukan apa-apa kok Mir” jawab Pompom ragu-ragu.
“Pelit ah” ujarku merengek
“Ya udah nih” ucapnya menyodorkan sebuah selebaran yang mirip formulir.
“AMBASSADOR OF COLLEGE OF THE YEAR 2011 COMPETITION”
Sebuah brosur pengumuman pemilihan duta kampus. Kenapa si pas-pasan* seperti Pompom mendapatkannya terlebih dahulu daripada aku. Entahlah, yang penting aku bisa ikut kompetisi itu dan lahir sebagai pemenang. Tapi aneh, dalam brosur itu sekaligus terselip sebuah formulir. Kenapa Pompom merelakannya untukku? Formulir bertuliskan nomor 0001, yang artinya ini adalah cetakan pertama. Dan lagi, aku tidak melihat para mahasiswi lainnya ribut tentang kompetisi ini. Dari mana Pompom mendapatkannya?
*****
Setelah mengisi formulir, langsung kuserahkan pada Reza selaku ketua panitia. Agar dia tahu bahwa Mira adalah seorang yang aktif dalam kegiatan kampus dan mau berkompetisi…hehehe.
“Hemm hemmmm” dahakku yang sengaja dibuat-buat untuk mendapat perhatian Reza.
“Oh Mira, ada apa Mir?”
“Gini kak, aku mau nyerahin formulir pendaftaran buat kompetisi pemilihan duta kampus” jelasku
“Apa?” Reza seakan tak yakin dengan yang kuutarakan sebelumnya.
“Formulir….”
“Oh iya iyya…oke sini”
Reza gelisah saat melihatku. Aku ragu, ada yang salah lagi dengan penampilanku.
“Kenapa kak? Apa di rambutku…? Pertanyaanku yang menggantung dan ragu
“Oh bukan-bukan…rambut kamu baik-baik aja kok” pungkasnya.
*****
Akhirnya kompetisi dimulai, ajang tahunan bergengsi tak ubahnya pemilihan Miss Celebrity di SCTV. Sangat meriah, beruntung aku bisa lolos sampai ke tahap puncak. Hingga terpilihlah empat kandidat utama, aku termasuk salah satu diantaranya. Tapi di sana juga ada Pompom. Kok bisa???
*****
“Sambutlah, Mira Catellya Saraswati…Ambassador Of College tahun ini !”
Sorak-sorai menyelimuti aula, tepuk tangan terus terdengar, mengiringi langkahku menuju podium utama. Seorang duta kampus tahun lalu meyematkan selempangnya padaku. Akulah seorang pemenang. Namun, tahukah kalian ? Pompom berhasil menyabet juara Runner Up. Tak kusangka, meski tidak secantik dan sebening kandidat yang diunggulkan, dia cukup cerdas dan brilian.
Jujur, aku berusaha sangat keras untuk melebihi kemapuannya. Paling tidak, sebagai pemenang aku dapat menunjukkannya pada Reza.
*****
Mungkin inilah waktu yang tepat untuk mengutarakan perasaanku. Sejauh ini aku tak seditpun punya keberanian, namun setelah menjadi duta kampus, mungkin kesempatan untuk menjadi pacarnya terbuka lebar. Reza sedang duduk santai di kantin, menikmati teh kotak rasa apel kesukaannya.
Aku melintas pelan, berpura-pura tak menyadari keberadaannya. Berharap dialah yang akan menyapaku pertama.
“Mir” sapa Reza, langsung mendebarkan jantungku.
“Ya kak” jawabku antusias
“Aku mau ngomong sesuatu, apa boleh?”
“ Mau ngomong apa kak? Boleh banget kok” ujarku sok imut.
“Hmmmm anu,,,,” jawab Reza dalam keraguannya.
Hal Itu semakin membuatku penasaran, nafasku tidak terkontrol, serta jantungku berdegub sangat kencang.
“Sebenarnya aku ingin tanya ini dari dulu, tapi gak pernah ada waktu yang pas”
“Langsung aja kak, ga apa-apa kok” aku makin dibuat sekarat.
“Formulir itu kamu dapet dari mana?”
“Maksud kakak formulir duta kampus?”
Reza mengangguk
“Dari si Pompom Kak” jawabku pasrah, ternyata apa yang akan ia bicarakan bertolak belakang dari yang kuharapkan .
“ Beneran dari si Pompom? Padahal aku kasih ke dia buat dia sendiri”
“Maksudnya?”
“Aku sengaja kasih formulir cetakan pertama buat Pompom, biar dia mau ikut kompetisi itu”
“Perhatian banget si kak sama Pompom?” tanyaku pesimis
“Iyalah Mir, secara Pompom itu pacarku” Jawab Reza PeDe.
“^%$#$%^*&^,,,,apa?” Nadaku meninggi, membuat Reza kalang kabut.
“Kenapa Mir?”
“Oh gak apa-apa kok, apa Pompom istimewa banget buat kakak?” tanyaku pasrah.
“Sangat Mir, meski secara fisik dia kalah. Tapi aku sangat sayang sama dia. Hatinya secantik berlian yang tak terhitung mahalnya, yang gak semua perempuan dengan fisiknya yang sempurna itu punya. Pompom bersinar, setia, rendah hati, dan selalu menghargai orang lain” jawab Reza berseri di atas kekalahanku, seolah-olah dia mencontohkan aku sebagai gadis yang sempurna itu, tapi tidak memiliki hati berlian seperti Pompom .
“What a pity” selama ini dengan kebodohanku, aku salah menilai orang. Pompom yang kuanggap sebagai mahkluk antique adalah sang Putri bagi Reza. Pompom yang secara fisik memang kalah denganku, tapi ia memiliki Inner beauty yang jauh lebih memancar daripada aku.
Meski Reza tidak menjadi milikku, aku belajar satu hal. Bahwa seberapa sempurnanya fisik, tak berharga sama sekali jika tidak ditunjang oleh keindahan hati. Dan sebaliknya, meski fisik itu tak sempurna, namun jika keindahan hati itu memancar, maka ia akan tetap terlihat sempurna. ^_^
THE END
Aku seakan bangga menjadi seorang gadis supersibuk yang kemana-mana berbicara tentang dosen, diktata, dan jadwal perkuliahan. Sama sekali berberda dengan dunia putih abu-abu yang sangat diagungkan. Di duniaku yang sekarang ini, aku benar-benar mandiri. Tak ada yang menyoraki aku untuk mencuci piring atau mencuci baju, semuanya atas dasar kemauan pribadi...ihirrrr